7 Perawatan Motor Setelah Mudik Atau Perjalanan Jauh

Perawatan motor setelah mudik perlu dilakukan agar kondisinya kembali prima. Untuk itu, kami akan  menginformasikan apa saja yang mesti dilakukan oleh para pemilik.

Sepeda motor boleh dibilang bukan pilihan kendaraan terbaik untuk mudik karena faktor keselamatan. Terlebih lagi jika jarak yang akan ditempuh terlalu jauh. Namun, karena berbagai alasan, pasti masih banyak masyarakat yang tetap melakukannya.

Setelah kembali ke kota asal, rupanya ada beberapa bagian motor yang mesti dipastikan berfungsi dengan baik. Hal ini penting dilakukan agar motor kembali siap digunakan beraktivitas sehari-hari.

Tips perawatan motor setelah mudik yang detailnya bisa Anda simak di bawah ini.

 

1. Mencuci Motor

Setelah menempuh perjalan jarak jauh maka body motor pasti dipenuhi kotoran. Untuk menghindari kerak yang menempel pada sepeda motor, maka sebaiknya segera dicuci.

 

2. Ganti Oli 

Kemudian ada baiknya pemilik juga melakukan penggantian oli mesin guna menjaga performa motornya tetap prima. Idealnya oli mesin diganti setiap 4.000 km (maksimal) atau sesuai dengan jadwal di buku service.

 

3. Cek Filter Udara

Perjalanan jarak jauh juga akan membuat banyak kotoran menempel pada filter udara. Kondisi saringan udara yang kotor akan membuat motor menjadi tidak bertenaga dan boros bahan bakar.

 

4. Cek Busi

Langkah berikutnya ialah melakukan pengecekan busi. Idealnya busi memang perlu dicek setiap 4.000 km dan diganti setiap 8.000 km. Namun, jika ditemukan tanda-tanda busi mengalami kendala sebaiknya langsung diganti.

 

5. Cek Bagian Rem

Intensitas pengereman yang tinggi pada saat melakukan perjalanan jauh membuat rem cepet haus. Khususnya kampas rem yang mulai menipis.

 

6. Cek Kondisi Ban

Ban yang sudah tipis karena habis terpakai dapat membahayakan bagi pengendara. Secara petunjuk pemakaian, cek kondisi ban setiap 4.000 km. Tak kalah penting ialah memastikan tekanan angin mencukupi.

 

7. Gear Sprocket dan Rantai

Untuk tipe motor bertransmisi manual, cek kondisi gear dan rantai apakah kendor atau terlalu kencang. Rantai yang terlalu kendor atau kencang dapat merusak beberapa sistem gear serta membahayakan.